TUGAS OBSERVASI DAN
INTERVIEW
PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI
Tugas ini sebagai persyaratan dalam matakuliah DDTK
Oleh :
Dewi Yuliani (16.1.01.11.0006)
PRODI PENDIDIKAN GURU
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI
KEDIRI
2019
HASIL WAWACARA
PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI
I.
IDENTITAS SUBJEK
A.
Subjek
Sasaran:
Nama :
Siswa RA Al Mawaddah
Usia :
4 – 5 Tahun
Jumlah siswa : 5
siswa
Alamat sekolah :Dipan
Tanjunganom
B.
Subjek
Wawancara :
Nama :
Farida Palupi
Tempat, tgl. lahir :
Madura, 06 Maret 1985
Jenis Kelamin : Perempuan
Jabatan : Guru Kelas kelompok A
Alamat sekolah : Warujayeng
II.
OBSEVASI FISIK
A.
Keadaan
Fisik sekolah
No
|
Aspek
|
Keterangan
|
1.
|
Tempat
|
Bangunan cukup bagus,luas
lokasi sangat aman untuk sekolah taman kanak-kanak karena didalam komplek
paling ujung.
|
2.
|
Ruang
|
Ada 3 kelas untuk kegiatan
belajar, 1 kamar mandi, 1 ruang guru,1 kantor
|
3.
|
Sarana
Prasarana
|
Perlengkapan sentra (5
sentra), 1 ayunan, 1 prosotan, 1 ayunan kereta, 1 kotak susun
|
B.
Tenaga
Pengajar
No
|
KELAS
|
Jumlah guru
|
1.
|
Pra TK
|
2
orang
|
2.
|
Kelompok A
|
2
orang
|
3.
|
Kelompok B
|
2
orang
|
C.
Siswa
No
|
KELAS
|
Jumlah siswa
|
1.
|
Pra TK
|
10
Siswa
|
2.
|
Kelompok A
|
25
orang
|
3.
|
Kelompok B
|
25
orang
|
III.
SETTING RUANGAN
A.
Tempat : Taman Kanak-kanak/Raudatul Athfal
B.
Waktu : Selasa, 26 November 2019
C.
Frekuensi : 45 Menit
D.
Alat
Bantu Wawancara :
·
Alat
Tulis : Kertas, Pena
IV.
METODE WAWANCARA
Metode
wawancara yang digunakan adalah wawancara terstuktur?
V.
TEORI
Dasar Teori
·
Definisi
Konseptual :
Anak
usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-6 tahun (Undang
undang Sisdiknas tahun 2003), dan 0-8
tahun menurut para pakar pendidikan anak. Menurut Mansur (2005: 88), anak usia
dini adalah kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan
yang bersifat unik. Mereka memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan yang
khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan.
Sesuai dengan
Undang-undang Sisdiknas 2003 pasal 1 ayat 4, upaya pembinaan yang ditujukan
bagi anak 0-6 tahun tersebut dilakukan melalui pendidikan anak usia dini
(PAUD). Pendidikan anak usiia dini dapat dilaksanakan melalui pendidikan
formal, non formal dan informal. Pendidikan anak usia dini jalur formal
berbentuk taman kanak-kanak (TK) sedangkan Raudatul Afhfa (RA) dan bentuk lain yang sederajat. Pendidikan
anak usia ini jalur non formal berbentuk kelompok bermain (KB), taman penitipan
anak (TPA), sedangkan PAUD pada jalur pendidikan infomal berbentuk pendidikan
keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan lingkungan seperti bina keluarga
balita atau posyandu yang terintegrasi PAUD atau yang kita kenal dengan satuan
PAUD sejenis (SPS).
Kemampuan berbahasa
anak usia dini adalah kemampuan anak berkomunikasi untuk ungkapan pikiran atau
perasaan anak. Anak usia dini adalah individu
yang rentang usianya 0-6 tahun. Pada usia dini anak berada pada proses
pertumbuhan dan perkembangan. Salah satu aspek yang harus dikembangkan yakni
aspek perkembangan bahasa. Menurut Dhieni (dalam Priskasari 2017: 3), bahasa
merupakan sistem simbol yang teratur untuk mentransfer berbagai ide maupun
informasi yang terdiri dari simbol-simbol visual dan verbal.
Menurut Aisyah (dalam
Lestariningrum dan Intan 2013: 13), menyatakan bahasa adalah sentral yang
penting dalam proses belajar. Bahasa merupakan salah satu aspek yang harus
dikembangkan dalam pendidikan anak usia dini agar anak mampu menggunakan dan
mengekpresikan pemikirannya dengan menggunakan kata-kata yang tepat. Dengan
bahasa, anak juga akan mampu memahami dan menerima informasi serta menambah
wawasan pengetahuan dari orang lain.
Menurut Tarigan (dalam
Yulinar 2012:2), bahasa adalah suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh
pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui
media kata-kata atau bahasa tulis. Bahasa merupakan alat komunikasi atau
penghubung bagi anak sehingga dapat dikembangkan melalui keterampilan menyimak,
berbicara, menulis dan membaca.
Berdasarkan pendapat di
atas dapat diambil kesimpulan bahwa bahasa adalah segala bentuk komunikasi
dimana pikiran dan perasaan yang disimboliskan agar anak dapat menyampaikan
arti kepada orang lain. Bahasa juga digunakan untuk menjalin pertemanan dan
belajar banyak hal. Begitu pula pada anak usia dini, bahasa digunakan untuk
beradaptasi dengan keluarga, teman, lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar.
·
Definisi
Operasional
Lingkup perkembangan bahasa usia 4-5 tahun yang telah
di tetapkan dalam STTPA Permendikbud No 137 tahun 2013 dibagi menjadi tiga
yaitu :
1.
Mengungkapkan
bahasa
Ø Mengulang kalimat sederhana
Ø Bertanya dengan kalimat yang benar
Ø Menjawab pertanyaan sesuai pertanyaan
Ø
Mengungkapkan
perasaan dengan kata sifat (baik,senang,nakal,pelit,baik hati, berani, baik,
jelek,dsb)
Ø
Menyebutkan
kata-kata yang dikenal
Ø
Mengutarakan
pendapat kepada orang lain
Ø
Menyatakan
alasan terhadap sesuatu yang diinginkan atau ketidaksetujuan
Ø
Menceritakan
kembali cerita/dongen yang pernah didengar
Ø
Memperkaya
perbendaharaan kata
Ø
Berpartisipasi
dalam percakapan
VI.
GUIDE WAWANCARA
No.
|
Aspek
|
Usia 4-5 tahun
|
Pertanyaan
|
1.
|
Bahasa
A.Mengungkapkan
Bahasa
|
1.Mengulang
kalimat sederhana
2.Bertanya
dengan kalimat yang benar
3.Menjawab
pertanyaan sesuai pertanyaan
4.Mengungkapkan
perasaan dengan kata sifat (baik,senang,nakal,pelit,baik hati, berani, baik,
jelek,dsb)
5.Menyebutkan
kata-kata yang dikenal
6.Mengutarakan
pendapat kepada orang lain
7.Menyatakan
alasan terhadap sesuatu yang diinginkan atau ketidaksetujuan
8.Menceritakan
kembali cerita/dongen yang pernah didengar
9.Memperkaya
perbendaharaan kata
10.Berpartisipasi
dalam percakapan
|
1.Bu apakah
disini anak mampu mengulang kalimat sederhana seperti” ibu pergi ke pasar “!
2.Bu disini
apakah anak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata sifat” senang”
contohnya saat dia bermain bersama
temannya, dia selalu bilang ke bu guru kalau dia senang bermain bersamanya!
3.Bu disini
apakah anak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata sifat” pelit” contohnya
saat makan siang bersama apakah ada yang anak yang mengadu tidak boleh minta
makanan!
4.Bu apakah
disini anak-anak mampu menjawab pertanyaan sederhana seperti apakah hari ini
anak-anak sudah sarapan?
5. Oh iya bu
kalau disini apakah anak-anak bisa menyebutkan kata-kata yang dikenal seperti
benda-benda disekitar contohnya meja,kursi!
6. Bu apakah
anak-anak mengutarakan pendapatnya kepada orang lain seperti “saat perasaan
marah”!
7. Bu apakah
disini anak-anak mampu mengutaran alasan terhadap sesuatu yang diinginkan/
ketidak setujuan contohnya setuju/tidak setuju!
8. Bu apakah
anak-anak mampu menceritakan kembali cerita/ dongeng yang pernah didengar,
contohnya cerita kancil dan buaya!
9. Bu apakah
anak-anak mampu memperkaya
perbendaharaan kata seperti bentuk, ciri, fungsi!
10. Oh iya bu
apakah anak-anak mampu berpartisipasi dalam percakapan contohnya” saat
berkerja sama”!
11. Bu disini
apakah anak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata sifat” baik”
contohnya saat dia bermain bersama
temannya, temannya mempunyai mainan dia dipinjami sama temannya!
12. Bu disini
apakah anak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata sifat “nakal”
|
VII.
PEMBAHASAN
Verbatim wawancara :
Aspek Perkembangan :
Bahasa (berbicara)
Nama Anak :
Muhammad rasya athaya
Usia :
4 tahun lebih 5 bulan
Tempat :
RA Al Mawaddah
v
Peneliti
: Assalamualaikum, maaf menganggu bu bolehkan saya bertanya?
v
Subjek
: Waalaikumsalam, boleh bu
v
Peneliti
: Bu ini dapat tugas dari kuliah untuk mewawancarai,bolehkah saya bertanya
kepada njenengan tentang aspek perkembangan bahasa anak.?
v
Subjek
: iya bu boleh
v
Peneliti
: Bu apakah disini anak mampu mengulang kalimat sederhana seperti” ibu pergi
ke pasar “!
v
Subjek : Ananda rasya mampu mengulang
kalimat sederhana dengan lancar dan benar contohnya dia dapat mengulang
kalimat ibu pergi ke pasar dengan tepat dan benar.
v
Peneliti
: Bu disini apakah anak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata sifat”
senang” contohnya saat dia bermain
bersama temannya, dia selalu bilang ke bu guru kalau dia senang bermain
bersamanya!
v
Subjek
: Ananda rasya belum bisa mengungkapkan perasaannya kalau dirinya senang
bermain bersama temannya,dia diam saja nggk mau mengungkapkan perasaannya
v
Peneliti
: Bu disini apakah anak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata sifat”
pelit” contohnya saat makan siang bersama apakah ada yang anak yang mengadu
tidak boleh minta makanan!
v
Subjek
: Ananda rasya selalu bilang ke bu guru kalau ariel pelit karena areil tidak
mau berbagi makanan pada aku itu katanya rasya,jadi ananda rasya sudah mampu
mengungkapkan perasaannya
v
Peneliti
: Bu apakah disini anak-anak mampu menjawab pertanyaan sederhana seperti
apakah hari ini anak-anak sudah sarapan?
v
Subjek
: Kalau ananda rasya mampu menjawab pertanyaan dari bu guru dengan lancar dia
langsung menjawab dengan lantang
v
Peneliti
: Oh iya bu kalau disini apakah anak-anak bisa menyebutkan kata-kata yang
dikenal seperti benda-benda disekitar contohnya meja,kursi!
v
Subjek
: Ananda rasya mampu menyebutkan benda-benda disekitarnya seperti meja
ataupun kursi dia menyebutkan dengan benar
v
Peneliti
: Bu apakah anak-anak mengutarakan pendapatnya kepada orang lain seperti
“saat perasaan marah”!
v
Subjek
: Kalau ananda rasya mampu mengutaran pendapatnya saat apa yang dia inginkan
tidak terpenuhi dia langsung marah-marah
v
Peneliti
: Bu apakah disini anak-anak mampu mengutaran alasan terhadap sesuatu yang
diinginkan/ ketidak setujuan contohnya setuju/tidak setuju!
v
Subjek
: Kalau ananda rasya mampu mengutaran alasan tidak setuju contohnya saat di
pindah tempat duduknya dia bilang tidak mau sama bu guru.
v
Peneliti
: Bu apakah anak-anak mampu menceritakan kembali cerita/ dongeng yang pernah
didengar, contohnya cerita kancil dan buaya!
v
Subjek
: Ananda rasya mampu menceritankan kembali cerita kancil dan buaya dengan
lancar dan benar
v
Peneliti
: Bu apakah anak-anak mampu memperkaya
perbendaharaan kata seperti bentuk, ciri, fungsi!
v
Subjek
: Ananda rasya belum mampu memperkaya perbendaharaan kata seperti bentuk
ataupun ciri!
v
Peneliti
: Oh iya bu apakah anak-anak mampu berpartisipasi dalam percakapan contohnya”
saat berkerja sama”!
v
Subjek
: Kalau ananda rasya sudah mampu berpatisipasin dalam percakapan seperti saat
bekerja sama
v
Peneliti
: Bu disini apakah anak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata sifat”
baik” contohnya saat dia bermain
bersama temannya, temannya mempunyai mainan dia dipinjami sama temannya!
v
Subjek
: Kalau ananda rasya mampu mengungkapkan
perasaannya dengan baik.dia bilang ke bu guru kalau temannya baik
karena dia dipinjami mainannya jadinya dia merasa kalau temannya itu baik.
v
Peneliti
: Bu disini apakah anak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata sifat
“nakal”!
v
Subjek
:Ananda rasya sudah mampu mengungkapkan perasaannya contohnya saat mengerjakkan tugas ada salah satu
temannya yang menganggu dia,dia langsung bilang ke bu guru kalau temannya
nakal,dia bilang aku di pukul sama dia bu, dia nakal bu
v
Peneliti
: terimakasih nggeh bu atas waktunya
v
Subjek
: nggeh bu sama-sama
|
Aspek Perkembangan :
Bahasa (berbicara)
Nama Anak :
Adzkia Nesya Cantika
Usia :
4 tahun lebih 6 bulan
Tempat :
RA Al Mawaddah
v
Peneliti
: Assalamualaikum, maaf menganggu bu bolehkan saya bertanya?
v
Subjek
: Waalaikumsalam, boleh bu
v
Peneliti
: Bu ini dapat tugas dari kuliah untuk mewawancarai,bolehkah saya bertanya
kepada njenengan tentang aspek perkembangan bahasa anak.?
v
Subjek
: iya bu boleh
v
Peneliti
: Bu apakah disini anak mampu mengulang kalimat sederhana seperti” ibu pergi
ke pasar “!
v
Subjek
: Ananda cantika mampu mengulang kalimat sederhana tetapi masih lupa-lupa
ingat contohnya ibu ke pasar.
v
Peneliti
: Bu disini apakah anak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata sifat”
senang” contohnya saat dia bermain
bersama temannya, dia selalu bilang ke bu guru kalau dia senang bermain
bersamanya!
v
Subjek
: Ananda cantika mampu mengungkapkan perasaannya saat dirinya senang bermain
bersama temannya, contohnya saat dia
bermain bersama temannya, dia bilang
ke bu guru kalau dia senang bermain bersamanya
v
Peneliti
: Bu disini apakah anak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata sifat”
pelit” contohnya saat makan siang bersama apakah ada yang anak yang mengadu
tidak boleh minta makanan!
v
Subjek
: Ananda cantika bilang ke bu guru kalau puspa pelit karena puspa tidak mau
berbagi makanan pada aku itu katanya cantika, jadi cantika mampu
mengungkapkan perasaannya
v
Peneliti
: Bu apakah disini anak-anak mampu menjawab pertanyaan sederhana seperti
apakah hari ini anak-anak sudah sarapan?
v
Subjek
: Ananda cantika mampu menjawab pertanyaan dari bu guru dengan benar walaupun
masih malu-malu menjawabnya
v
Peneliti
: Oh iya bu kalau disini apakah anak-anak bisa menyebutkan kata-kata yang
dikenal seperti benda-benda disekitar contohnya meja,kursi!
v
Subjek
: Ananda cantika mampu menyebutkan benda-benda disekitarnya seperti meja
ataupun kursi dia menyebutkan dengan benar walaupun masih ragu-ragu
v
Peneliti
: Bu apakah anak-anak mengutarakan pendapatnya kepada orang lain seperti
“saat perasaan marah”!
v
Subjek
: Kalau ananda cantika belum bisa mengutaran pendapatnya saat apa yang dia
inginkan tidak terpenuhi, dia diam saja
v
Peneliti
: Bu apakah disini anak-anak mampu mengutaran alasan terhadap sesuatu yang
diinginkan/ ketidak setujuan contohnya setuju/tidak setuju!
v
Subjek
: Kalau ananda cantika belum mampu mengutaran alasan setuju/ tidak setuju
contohnya saat di pindah tempat duduknya dia hanya diam saja
v
Peneliti
: Bu apakah anak-anak mampu menceritakan kembali cerita/ dongeng yang pernah
didengar, contohnya cerita cendella!
v
Subjek
: Ananda cantika mampu menceritankan kembali cerita cenderella dengan benar
karena itu cerita kesukaannya
v
Peneliti
: Bu apakah anak-anak mampu memperkaya
perbendaharaan kata seperti bentuk, ciri, fungsi!
v
Subjek
: Ananda cantika belum mampu memperkaya perbendaharaan kata seperti bentuk
ataupun ciri!
v
Peneliti
: Oh iya bu apakah anak-anak mampu berpartisipasi dalam percakapan contohnya”
saat berkerja sama”!
v
Subjek
: Kalau ananda cantika belum mampu berpatisipasin dalam percakapan seperti
saat bekerja sama dia masih malu-malu
v
Peneliti
: Bu disini apakah anak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata sifat”
baik” contohnya saat dia bermain
bersama temannya, temannya mempunyai mainan dia dipinjami sama temannya!
v
Subjek
: Kalau ananda cantika mampu mengungkapkan
perasaannya dengan baik.dia bilang ke bu guru kalau temannya baik
karena dia dipinjami mainannya jadinya dia merasa kalau temannya itu baik.
v
Peneliti
: Bu disini apakah anak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata sifat
“nakal”!
v
Subjek
:Ananda cantika sudah mampu mengungkapkan perasaannya contohnya saat dia
bermain tiba-tiba temannya mencubit dia langsung bilang sama bu guru, bu
putri nakal dia mencubit aku kata cantika.
v
Peneliti
: terimakasih nggeh bu atas waktunya
v
Subjek
: nggeh bu sama-sama
|
Aspek Perkembangan :
Bahasa (berbicara)
Nama Anak :
Tri Puspa Ningrum
Usia :
4 tahun lebih 2 bulan
Tempat :
RA Al Mawaddah
v
Peneliti
: Assalamualaikum, maaf menganggu bu bolehkan saya bertanya?
v
Subjek
: Waalaikumsalam, boleh bu
v
Peneliti
: Bu ini dapat tugas dari kuliah untuk mewawancarai,bolehkah saya bertanya
kepada njenengan tentang aspek perkembangan bahasa anak.?
v
Subjek
: iya bu boleh
v
Peneliti
: Bu apakah disini anak mampu mengulang kalimat sederhana seperti” ibu pergi
ke pasar “!
v
Subjek
: Ananda puspa belum mampu mengulang kalimat sederhana ada salah satu kata yang belum terucap contohnya
ibu ke pasar, kan seharusnya ibu pergi ke pasar
v
Peneliti
: Bu disini apakah anak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata sifat”
senang” contohnya saat dia bermain
bersama temannya, dia selalu bilang ke bu guru kalau dia senang bermain
bersamanya!
v
Subjek
: Ananda belum bisa mengungkapkan perasaannya kalau dirinya senang bermain
bersama temannya,dia diam saja nggk mau mengungkapkan perasaannya
v
Peneliti
: Bu disini apakah anak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata sifat”
pelit” contohnya saat makan siang bersama apakah ada yang anak yang mengadu
tidak boleh minta makanan!
v
Subjek
: Ananda puspa belum mampu mengungkapkan perasaannya dia saat makan bersama ,ada temannya tidak
mau berbagai makanan dia hanya diam saja
v
Peneliti
: Bu apakah disini anak-anak mampu menjawab pertanyaan sederhana seperti
apakah hari ini anak-anak sudah sarapan?
v
Subjek
: Kalau ananda puspa mampu menjawab pertanyaan dari bu guru dengan benar dia menjawab
sudah bu
v
Peneliti
: Oh iya bu kalau disini apakah anak-anak bisa menyebutkan kata-kata yang
dikenal seperti benda-benda disekitar contohnya meja,kursi!
v
Subjek
: Ananda puspa belum mampu menyebutkan benda-benda disekitarnya seperti meja
ataupun kursi dia masih bingung,kursi di bilang meja
v
Peneliti
: Bu apakah anak-anak mengutarakan pendapatnya kepada orang lain seperti
“saat perasaan marah”!
v
Subjek
: Kalau ananda puspa mampu mengutaran pendapatnya saat apa yang dia inginkan
tidak terpenuhi dia langsung marah-marah
v
Peneliti
: Bu apakah disini anak-anak mampu mengutaran alasan terhadap sesuatu yang
diinginkan/ ketidak setujuan contohnya setuju/tidak setuju!
v
Subjek
: Kalau ananda puspa mampu mengutaran alasan tidak setuju contohnya saat di
pindah tempat duduknya dia bilang tidak mau sama bu guru karena dia ingin
duduk sama teman dekatnya.
v
Peneliti
: Bu apakah anak-anak mampu menceritakan kembali cerita/ dongeng yang pernah
didengar, contohnya cerita kancil dan buaya!
v
Subjek
: Ananda puspa mampu menceritankan kembali cerita kancil dan buaya dengan
benar walaupun ada yang kelewatan sedikit
v
Peneliti
: Bu apakah anak-anak mampu memperkaya
perbendaharaan kata seperti bentuk, ciri, fungsi!
v
Subjek
: Ananda puspa belum mampu memperkaya perbendaharaan kata seperti bentuk
ataupun ciri!
v
Peneliti
: Oh iya bu apakah anak-anak mampu berpartisipasi dalam percakapan contohnya”
saat berkerja sama”!
v
Subjek
: Kalau ananda puspa belum mampu berpatisipasin dalam percakapan seperti saat
bekerja sama dia masih malu-malu
berbicara
v
Peneliti
: Bu disini apakah anak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata sifat”
baik” contohnya saat dia bermain
bersama temannya, temannya mempunyai mainan dia dipinjami sama temannya!
v
Subjek
: Kalau ananda puspa mampu mengungkapkan
perasaannya dengan baik.dia bilang ke bu guru kalau temannya baik
karena dia dipinjami mainannya jadinya dia merasa kalau temannya itu baik.
v
Peneliti
: Bu disini apakah anak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata sifat
“nakal”!
v
Subjek
:Ananda puspa sudah mampu mengungkapkan perasaannya contohnya saat mengerjakkan tugas ada salah satu
temannya yang menganggu dia,dia langsung bilang ke bu guru kalau temannya
nakal,dia bilang kalau bukuku di coret-coret bu sama si rasya
v
Peneliti
: terimakasih nggeh bu atas waktunya
v
Subjek
: nggeh bu sama-sama
|
Aspek Perkembangan :
Bahasa (berbicara)
Nama Anak :
Muhammad Al Ghazali
Usia :
4 tahun lebih 1 bulan
Tempat :
RA Al Mawaddah
v
Peneliti
: Assalamualaikum, maaf menganggu bu bolehkan saya bertanya?
v
Subjek
: Waalaikumsalam, boleh bu
v
Peneliti
: Bu ini dapat tugas dari kuliah untuk mewawancarai,bolehkah saya bertanya
kepada njenengan tentang aspek perkembangan bahasa anak.?
v
Subjek
: iya bu boleh
v
Peneliti
: Bu apakah disini anak mampu mengulang kalimat sederhana seperti” ibu pergi
ke pasar “!
v
Subjek
: Ananda ghazali mampu mengulang kalimat sederhana dengan benar walaupun
masih kurang pas contohnya pergi ibu
ke pasar
v
Peneliti
: Bu disini apakah anak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata sifat”
senang” contohnya saat dia bermain
bersama temannya, dia selalu bilang ke bu guru kalau dia senang bermain
bersamanya!
v
Subjek
: Ananda ghazali mampu mengungkapkan perasaannya kalau dirinya senang bermain
bersama temannya, dia bilang sama bu guru kalau dia senang
v
Peneliti
: Bu disini apakah anak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata sifat”
pelit” contohnya saat makan siang bersama apakah ada yang anak yang mengadu
tidak boleh minta makanan!
v
Subjek
: Ananda ghazali selalu bilang ke bu guru kalau areil pelit karena areil
tidak mau berbagi makanan pada aku itu katanya ghazali,jadi ananda ghazali sudah
mampu mengungkapkan perasaannya
v
Peneliti
: Bu apakah disini anak-anak mampu menjawab pertanyaan sederhana seperti
apakah hari ini anak-anak sudah sarapan?
v
Subjek
: Kalau ananda ghazali mampu menjawab pertanyaan dari bu guru dengan benar
dia langsung menjawab sudah bu
v
Peneliti
: Oh iya bu kalau disini apakah anak-anak bisa menyebutkan kata-kata yang
dikenal seperti benda-benda disekitar contohnya meja,kursi!
v
Subjek
: Ananda ghazali mampu menyebutkan benda-benda disekitarnya seperti meja
ataupun kursi dia menyebutkan dengan benar dan tepat
v
Peneliti
: Bu apakah anak-anak mengutarakan pendapatnya kepada orang lain seperti
“saat perasaan marah”!
v
Subjek
: Kalau ananda ghazali mampu mengutaran pendapatnya saat apa yang dia
inginkan tidak terpenuhi dia langsung menangis sambil marah-marah
v
Peneliti
: Bu apakah disini anak-anak mampu mengutaran alasan terhadap sesuatu yang
diinginkan/ ketidak setujuan contohnya setuju/tidak setuju!
v
Subjek
: Kalau ananda ghazali mampu mengutaran alasan tidak setuju contohnya saat di
pindah tempat duduknya dia bilang tidak mau sama bu guru karena dia takut
sama temannya
v
Peneliti
: Bu apakah anak-anak mampu menceritakan kembali cerita/ dongeng yang pernah
didengar, contohnya cerita kancil dan buaya!
v
Subjek
: Ananda ghazali belum mampu menceritankan kembali cerita kancil dan buaya dia
masih bingung untuk menceritakan kembali
v
Peneliti
: Bu apakah anak-anak mampu memperkaya
perbendaharaan kata seperti bentuk, ciri, fungsi!
v
Subjek
: Ananda ghazali belum mampu memperkaya perbendaharaan kata seperti bentuk
ataupun ciri dia masih bingung
v
Peneliti
: Oh iya bu apakah anak-anak mampu berpartisipasi dalam percakapan contohnya”
saat berkerja sama”!
v
Subjek
: Kalau ananda ghazali mampu berpatisipasin dalam percakapan seperti saat
bekerja sama tetapi masih malu-malu
v
Peneliti
: Bu disini apakah anak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata sifat”
baik” contohnya saat dia bermain
bersama temannya, temannya mempunyai mainan dia dipinjami sama temannya!
v
Subjek
: Kalau ananda ghazali belum mampu mengungkapkan perasaannya dengan baik dia diam saja
v
Peneliti
: Bu disini apakah anak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata sifat
“nakal”!
v
Subjek
:Ananda ghazali belum mampu mengungkapkan perasaannya contohnya saat mengerjakkan tugas ada salah satu
temannya yang menganggu dia,dia langsung menangis tetapi nggk mau bilang ke
bu guru kalau dia di ganggu sama teman
v
Peneliti
: terimakasih nggeh bu atas waktunya
v
Subjek
: nggeh bu sama-sama
|
Aspek Perkembangan :
Bahasa (berbicara)
Nama Anak :
Muhammad Gavriel Al Varro
Usia :
4 tahun lebih 8 bulan
Tempat :
RA Al Mawaddah
v
Peneliti
: Assalamualaikum, maaf menganggu bu bolehkan saya bertanya?
v
Subjek
: Waalaikumsalam, boleh bu
v
Peneliti
: Bu ini dapat tugas dari kuliah untuk mewawancarai,bolehkah saya bertanya
kepada njenengan tentang aspek perkembangan bahasa anak.?
v
Subjek
: iya bu boleh
v
Peneliti
: Bu apakah disini anak mampu mengulang kalimat sederhana seperti” ibu pergi
ke pasar “!
v
Subjek
: Ananda ariel mampu mengulang kalimat sederhana dengan lancar dan benar
contohnya dia dapat mengulang kalimat ibu pergi ke pasar dengan tepat dan
benar.
v
Peneliti
: Bu disini apakah anak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata sifat”
senang” contohnya saat dia bermain
bersama temannya, dia selalu bilang ke bu guru kalau dia senang bermain
bersamanya!
v
Subjek
: Ananda ariel sudah mampu mengungkapkan perasaannya kalau dirinya senang bermain
bersama temannya,dia bilang sama bu guru
kalau dia sangat senang sekali
v
Peneliti
: Bu disini apakah anak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata sifat”
pelit” contohnya saat makan siang bersama apakah ada yang anak yang mengadu
tidak boleh minta makanan!
v
Subjek
: Ananda ariel selalu bilang ke bu guru kalau temannya pelit karena temannya
tidak mau berbagi makanan pada aku itu katanya ariel,jadi ananda ariel sudah
mampu mengungkapkan perasaannya
v
Peneliti
: Bu apakah disini anak-anak mampu menjawab pertanyaan sederhana seperti
apakah hari ini anak-anak sudah sarapan?
v
Subjek
: Kalau ananda ariel mampu menjawab pertanyaan dari bu guru dengan lancar dia
langsung menjawab dengan lantang” sudah bu”kata ariel
v
Peneliti
: Oh iya bu kalau disini apakah anak-anak bisa menyebutkan kata-kata yang
dikenal seperti benda-benda disekitar contohnya meja,kursi!
v
Subjek
: Ananda ariel mampu menyebutkan benda-benda disekitarnya seperti meja
ataupun kursi dia menyebutkan dengan benar dan tepat
v
Peneliti
: Bu apakah anak-anak mengutarakan pendapatnya kepada orang lain seperti
“saat perasaan marah”!
v
Subjek
: Kalau ananda ariel mampu mengutaran pendapatnya saat apa yang dia inginkan
tidak terpenuhi dia langsung marah-marah dan langsung bilang sama bu guru
v
Peneliti
: Bu apakah disini anak-anak mampu mengutaran alasan terhadap sesuatu yang
diinginkan/ ketidak setujuan contohnya setuju/tidak setuju!
v
Subjek
: Kalau ananda ariel mampu mengutaran alasan tidak setuju contohnya saat di
pindah tempat duduknya dia bilang tidak mau sama bu guru.
v
Peneliti
: Bu apakah anak-anak mampu menceritakan kembali cerita/ dongeng yang pernah
didengar, contohnya cerita kancil dan buaya!
v
Subjek
: Ananda ariel mampu menceritankan kembali cerita kancil dan buaya dengan
lancar dan benar
v
Peneliti
: Bu apakah anak-anak mampu memperkaya
perbendaharaan kata seperti bentuk, ciri, fungsi!
v
Subjek
: Ananda ariel mampu memperkaya perbendaharaan kata seperti bentuk ataupun
ciri!
v
Peneliti
: Oh iya bu apakah anak-anak mampu berpartisipasi dalam percakapan contohnya”
saat berkerja sama”!
v
Subjek
: Kalau ananda ariel sudah mampu berpatisipasin dalam percakapan seperti saat
bekerja sama dengan baik
v
Peneliti
: Bu disini apakah anak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata sifat”
baik” contohnya saat dia bermain bersama
temannya, temannya mempunyai mainan dia dipinjami sama temannya!
v
Subjek
: Kalau ananda ariel mampu mengungkapkan
perasaannya dengan baik.dia bilang ke bu guru kalau temannya baik
karena dia dipinjami mainannya jadinya dia merasa kalau temannya itu baik.
v
Peneliti
: Bu disini apakah anak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata sifat
“nakal”!
v
Subjek
:Ananda ariel sudah mampu mengungkapkan perasaannya contohnya saat mengerjakkan tugas ada salah satu
temannya yang menganggu dia,dia langsung bilang ke bu guru kalau temannya
nakal,dia bilang aku di limpari pensil sama dia bu, dia nakal dia menganggu aku bu.
v
Peneliti
: terimakasih nggeh bu atas waktunya
v
Subjek
: nggeh bu sama-sama
|
VIII. KESIMPULAN
Perkembangan
siswa di RA
Al
Mawaddah rata
rata baik,
adapun perkembangan anak usia dini antara lain :
·
Bahasa
Perkembangan
bahasa anak rata-rata baik karena anak lancar berbicara dan mampu
mengungkapkan perasaannya
walaupun masih bingung dalam mengungkapkannya Namun ada upaya yang dilakukan
untuk melatih bahasanya yaitu salah satunya dengan memberi stimulus
agar anak di
lingkungan sekolahan
ataupun di lingkungan keluarga agar
terbiasa diajari berbicara yang baik dan perkembangan anak dapat perkembang
dengan baik dalam proses bahasanya
disamping itu guru di sekolah mengajari agar anak dapat
percaya diri.
DAFTAR PUSTAKA
Aisyah,siti.
2010.Perkembangan dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia
Dini.Jakarta
:Universitas Terbuka
Dhieni,
Nurbiana. Dkk. 2008. Metode pengembangan bahasa. Jakarta: Universitas Terbuka.
Permendikbud 137 tahun 2013
Tarigan, Henry
Guntur.2008.Membaca :Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Edisi Revisi.
Bandung: Angkasa
Komentar
Posting Komentar