TUGAS OBSERVASI DAN INTERVIEW
PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI
Tugas ini sebagai persyaratan
dalam mata kuliah DDTK
Dosen : Dr. Anik
Lestariningrum, M.Pd
Oleh :
Yenny Dwi Astutik (16.1.01.11.0016)
PRODI PENDIDIKAN GURU
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI
KEDIRI
2019
HASIL WAWACARA
PERKEMBANGAN ANAK USIA
DINI
(Yenny Dwi Astutik / 16.1.01.11.0016)
I.
IDENTITAS
SUBJEK
A. Subjek
Sasaran:
J Nama : Karina
Putri
Usia
: 3 Tahun 9 Bulan
J Nama : Celine
Inezza Putri Prapja
Usia
: 3 Tahun 7 Bulan
J Nama : Shakila Dinar Azzahra
Usia
: 4 Tahun
J Nama : Zivana
Yuadhinka
Usia
: 3 Tahun 5 Bulan
J Nama : Raffif Arsyad Nama
Usia
: 3 Tahun 11 Bulan
B. Subjek
Wawancara :
Nama : SW
Tempat,
tgl. lahir : Nganjuk, 09 Juni
1989
Jenis
Kelamin : Perempuan
Jabatan : Pengelola KB PAUD Permata Adik Karangsemi
Alamat
sekolah : Jl. Karangsemi RT 008/RW 004, Desa Karangsemi,
Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk
II.
OBSEVASI
FISIK
A. Keadaan
Fisik sekolah
|
No
|
Aspek
|
Keterangan
|
|
1.
|
Tempat
|
Bangunan cukup bagus,
ukuran ruangan sedang lokasi aman untuk sekolah taman kanak-kanak karena
didalam komplek pedesaan pedalaman
|
|
2.
|
Ruang
|
Ada 1 kelas untuk
kegiatan belajar, 1 kamar kecil, 1 kantor guru
|
|
3.
|
Sarana
Prasarana
|
Perlengkapan sentra
(5 sentra), 2 ayunan, 1 prosotan
|
B. Tenaga
Pengajar
|
No
|
KELAS
|
Jumlah
guru
|
|
1.
|
KB
|
2
orang
|
C. Siswa
|
No
|
KELAS
|
Jumlah
siswa
|
|
1.
|
KB
|
24
Siswa
|
III.
SETTING
RUANGAN
A.
Tempat : Kelompok Bermain
B.
Waktu : Selasa, 3 Desember 2019
C.
Frekuensi : 45 Menit
D.
Alat Bantu Wawancara :
·
Alat Tulis : Kertas, Pena
·
Alat Mekanis :
Handphone
IV.
METODE
WAWANCARA
Metode
wawancara yang digunakan adalah wawancara terstuktur.
V.
TEORI
Dasar Teori
·
Definisi Konseptual :
Pengertian
Perkembangan Kognitif
Susanto (2011:
3) , pengertian kognitif adalah suatu proses berpikir, yaitu kemampuan individu
untuk menghubungkan, menilai, daan mempertimbangkan suatu kejadian atau
peristiwa. Proses kognitif berhubungan dengan tingkat kecerdasan (intelegensi)
yang menandai seseorang dengan berbagai minat terutama sekali ditujukan kepada
ide-ide dan belajar.
Sujiono, dkk
(2014: 1.7). kognisi adalah suatu proses berpikir, yaitu kemampuan individu
untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan suatu kejadian atau
peristiwa. Proses kognisi berhubungan dengan tingkat kecerdasan (intelegensi)
yang mencirikan seseorang dengan berbagai minat terutama ditujukan kepada
ide-ide dan belajar. Setiap individu berpikir menggunakan inteleknya. Kemampuan
intelegensilah yang menentukan cepat tidaknya atau terselesaikan tidaknya suatu
masalah yang sedang dihadapi. Kecerdasan merupakan kemampuan mental tertinggi
yang dimiliki oleh manusia.
Kognisi adalah
suatu kegiatan atau proses memperoleh pengetahuan (termasuk kesadaran,
perasaan, dan sebagainya) atau usaha mengenali sesuatu memulai pengalaman
sendiri. Proses kognisi berhubungan dengan tingkat kecerdasan (intelegensi)
yang mencirikan seseorang dengan berbagai minat terutama sekali ditujukan
kepada ide-ide dan belajar.
Menurut Muslihah
(dalam Mulyani: 133) istilah kognitif adaalah sebagai berikut:
Kognitif merupakan kemampuanuntuk
mengerti sesuatu. Dalam hal ini "mengerti" berarti menunujukkan
kemampuan untuk menangkap sifat, arti atau keterangan mengenai sesuatu serta
mempunyai gambaran yang jelas tentang hal tersebut. Perkembangan kognitif
adalah proses dimana individu dapat meningkatkan kemampuan dalam menggunakan
pengetahuannnya.
Teori belajar
kognitif lebih mementingkan proses belaar dari pada hasil belajar. Teori ini
menekankan bahwa perilaku seseorang ditentukan oleh persepsi serta
pemahamannnya tentang situasi yag berhubungan dengan tujuan belajarnya. Model
belajar kognitif merupakan suatu bentuk teori belajar yang sering disebut
sebagai model perseptual. Belajar
merupakan perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat
sebagai tingkah laku yang tampak. Teori ini berpandangan bahwa belajar
merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan, retensi, pengolahan
informasi, emosi dan aspek kejiwaan lainnya. Belajar merupakan yang melibatkan
proses berpikir yang sangat kompleks, Budiningsih (dalam Suyono: 2012: 75).
Menurut Vygotsky
(dalam Khadijah, 2011: 61) perolehan pengetahuan dan perkembangan kognitif
seseorang seiring dengan teori sociogensis.
Dimensi kesadaran sosial bersifat primer, sedangkan dimensi individual bersifat
derivatif atau merupakan turunan sifat sekunder. Artinya bahwa pengetahuan dan
perkembangan kognitif berasal dari sumber-sumber sosial diluar dirinya.
Dasar Teori Perkembangan Kognitif
Menurut Sujiono,
dkk (2014: 1.12) terdapat tiga pendekatan klasik dalam pengembangan kognitif
pada masa usia dini, yaitu meliputi :
1)
Pendekatan
Behaviouris, mempelajari mekanika
dasar pembelajaran. Pendekatan tersebut memberikan perhatian terhadap bagaimana
peerilaku berubah sebagai respon terhadap sebuah pengalaman.
2)
Pendekatan
Psikometris, mencoba mengukur
perbedaan kuantitatif dalam kemampuan kognitif dengan menggunakan tes yang
mengindikasikan kemampuan.
3)
Pendekatan
Plagetian, memeperhatikan perubahan
atau angkah-langkah, dalam kualitas fungsi kognitif. Pendekatan tersebut
memebrikan perhatian tentang bagaimana pikiran menstruktur aktivitasnya dan
beradaptasi dengan lingkungannya.
Tahapan
Perkembangan Kognitif
Adapun dalam perkembangan kognitif anak-anak,
terjadi melalui ururtan dan tahapan yang berbeda. Tahapan-tahapan tersebut,
dapat membantu menerangkan dan menjelaskan bagaimana cara anak berpikir dan
menyampaikan informasi, juga beradaptasi dengan lingkungannya. Menurut Jean
Piaget (dalam Mulyani: 2017: 134), ada empat tahapan perkembangan kognitif pada
anak, yaitu:
1)
Tahapan
pertama disebut proses periode pertama yang dikenal dengan istilah
sensorik-motorik (sekitar usia 0-2 tahun). Pada tahap ini, bayi menggunakan
alat indera dan kemampuan motorik untuk memahami dunia sekitarnya. Bayi
mengalami perkembangan dari gerak refleks sederhana menuju beberapa langkah
skematik yang lebih terorganisasi.
2)
Tahapan
kedua disebut periode pra-operasional (2-7 tahun). Dalam tahapan ini, anak
dapat membuat penyesuaian perseptual dan motorik terhadap objek dan kejadian
yang direprentasikan dalam bentuk simbol (bayangan mental, kata-kata, isyarat)
dalam meningkatkan bentuk organisasi dn logika.
3)
Tahap
ketiga adalah periode konkret operasional (sekitar 7-11 tahun). Anak
mendapatkan struktur logika tertentu yang membuatnya dapat melaksanaksn
berbagai macam operasi mental, yang meruoakan tindakan terinteralisasi yang
dapat dikeluarkan bila perlu.
4)
Tahap
keempat adalah periode operasional (sekitar 11-15 tahun). Dalam tahapan ini,
operasi mental tidak lagi hanay terbatas pada objek konkret, tetapi juga sudah
dapat diplikasikan pada kalimat verbal atau logika, yang tidak hanya menjangkau
masa kini, tetapi juga masa depan.
Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Perkembangan Kognitif
Banyak faktor
yang dapat memengaruhi perkembangan kognitif, namun sedikitnya faktor yang
memengaruhi perkembangan kognitifl dijelaskan sebagai berikut (Susanto, 2011:
60) :
1) Faktor
hereditas/keturunan
Teori
haerditas atau nativisme yang dipelopori oleh sesorang ahli filsafat
Schopenhauer, berpendapat bahwa manusia lahir sudah membawa potensi-potensi
tertentu yang tidak dapat dipengaruhi oleh lingkungan. Dikatakan pula bahwa
taraf intelegensi sudah ditentukan sejak anak dilahirkan.
2) Faktor
lingkungan
Teori lingkungan atau empirisme
dipelopori oleh John Locke. Teori ini menyatakan bahwa manusia dilahirkan dalam
keadaan suci seperti kertas putih yang masih bersih belum ada tulisan atau noda
sedikitpun ini. Menurut John Locke, perkembangan manusia sangatlah ditentukan
oleh lingkungannya. Berdasarkan pendapat Locke, taraf intelegensi sangatlah
ditentukan oleh pengalaman dan pengetahuan yang diperolehnya dari lingkungan
hidupnya.
3) Faktor
kematangan
Tiap organ (fisik maupun psikis) dapat
dikatakan matang jika telah mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya
masing-masing. Kematangan berhubungan erat dengan usia kronologis (usia
kalender).
4) Faktor
pembentukan
Pembentukan ialah segala keadaan di luar
diri seseorang yang memengaruhi perkembangan inteligensi. Pembentukan dapat
dibedakan menjadi pembentukan sengaja (sekolah formal) dan pembentukan tidak sengaja (pengaruh alam
sekitar). Sehingga manusia berbuat inteligen karena untuk mempertahankan hidup
ataupun dalam bentuk penyesuaian diri.
5) Faktor
minat dan bakat
Minat mengarahkan perbuatan kepada suatu
tujuaan dan merupakan dorongan untuk berbuat lebih giat dan lebih baik lagi.
Adapun bakat diartikan sebagai kemampuan bawaan, sebagai potensi yang masih
perlu dikembangkan dan dilatih suapay dapat terwwjud. Bakat seseorang akan
memengaruhi tingkat kecerdasannya.
6) Faktor
kebebasan
Kebebasan yaitu keleluasaan manusia
untuk berpikir divergen (menyebar) yang berarti bahwa manusia memilih
metode-metode tertentu dalam menyelesaikan masalah-masalah, juga bebas dalam
memilih masalah sesuai kebutuhannya.
·
Definisi Operasional :
Lingkup
Perkembangana Kognitif Usia 3-4 Tahun yang telah ditetapkan dalam STTPA Permendikbud
No. 137 Tahun 2014 meliputi :
1. Belajar dan Pemecahan Masalah
a.
Paham bila ada bagian
yang hilang dari suatu pola gambar seperti pada gambar wajah yang matanya tidak
ada
b.
Menyebutkan nama
makanan dan rasanya
c.
Menyebutkan kegunaan
dari kursi
d.
Memahami perbedaan
antara dua hal dari jenis yang sama, yaitu perbedaan antara ayam dan kucing
e.
Mengerjakan tugas
sampai selesai
f.
Menjawab apa yang akan
terjadi selanjutnya dari berbagai kemungkinan
g.
Menyebutkan bilangan
angka 1-10
h.
Mengenal beberapa huruf
atau abjad tertentu dari A-Z yang pernah dilihatnya
VI.
GUIDE WAWANCARA
|
No
|
Aspek
|
Usia 3-4 tahun
|
Pertanyaan
|
|
1
|
Kognitif
|
a.
Paham bila ada bagian
yang hilang dari suatu pola gambar seperti pada gambar wajah yang matanya
tidak ada
b.
Menyebutkan nama
makanan dan rasanya
c.
Menyebutkan kegunaan
dari kursi
d.
Memahami perbedaan
antara dua hal dari jenis yang sama, yaitu perbedaan antara ayam dan kucing
e.
Mengerjakan tugas
sampai selesai
f.
Menjawab apa yang
akan terjadi selanjutnya dari berbagai kemungkinan
g.
Menyebutkan bilangan
angka 1-10
h.
Mengenal beberapa
huruf atau abjad tertentu dari A-Z yang pernah dilihatnya
|
·
Apakah disini anak mampu memahami apabila ada bagian mata yang hilang
pada suatu pola gambar?
·
Apakah anak mampu menyebutkan nama makanan yang ditunjukkan secara
langsung di depan kelas, seperti nama makanan soto?
·
Apakah anak mampu menyebutkan nama makanan dan rasanya, seperti makanan
Bubur Kacanghijau?
·
Apakah anak mampu menyebutkan kegunaan dari benda, seperti kegunaan dari
kursi?
·
Apakah anak mampu memahami perbedaan antara ayam dan kucing?
·
Apakah anak mampu mengerjakan tugas sampai selesai?
·
Apakah anak mampu menyebutkan bilangan angka 1-10?
·
Apakah anak mengenal huruf atau abjad tertentu dari A-Z yang pernah
dilihatnya, misalnya mengenal huruf A?
|
VII.
PEMBAHASAN
Verbatim wawancara :
Aspek Perkembangan :
Kognitif
Nama Anak :
Karina Putri
Usia :
3 Tahun 9 Bulan
Tempat :
KB PAUD Permata Adik Karangsemi
Ø Peneliti : Assalamu'alaikum, bu. Mohon maaf sebelumnya
mengganggu waktunya.
Subjek : Wassalamu'alaikum. Iya tidak apa-apa bu.
Ø Peneliti : Begini bu, maksud
saya menemui ibu ingin menanyakan tentang perkembangan kognitif anak di KB ini.
Subjek : Oh iya bu. Apa saja yang diperlukan?
Ø Peneliti : Oh iya bu, sekarang saya lanjut bertanya tentang
perkembangan anak di KB bu, sesuai dengan tugas dan tujuan saya dari awal untuk
menanyakn emngenai perkembangan anak usia dini, disini dalam perkembangan NAM,
Kognitif, Sosial Emosional, dan Bahasa, dan disini saya meminta 5 data anak
saja untuk mengetahui perkembangan kognitif anak bu terutama kemampuan
berhitung.
Subjek : Oh iya bu. Saya akan menjelaskan perkembangan
kognitif anak yaitu, KARINA, CELINE, ZAHRA, ZIVANA, dan RAFFIF.
Ø Peneliti : Bu apakah disini
anak mampu memahami apabila ada bagian mata yang hilang pada suatu pola gambar?
Subjek : Ananda Karin
mampu memahami apabila ada bagian mata yang hilang pada suatu pola gambar.
Ø Peneliti : Bu disini apakah
anak mampu menyebutkan nama makanan yang ditunjukkan secara langsung di depan
kelas, seperti nama makanan soto?
Subjek : Ananda Karin
sudah mampu menyebutkan nama makanan yang ditunjukkan secara langsung di depan kelas,
seperti makanan soto.
Ø Peneliti : Oh iya bu, apakah anak mampu menyebutkan nama makanan
dan rasanya, seperti makanan Bubur Kacanghijau?
Subjek : Ananda Karin belum mampu menyebutkan nama makanan dan
rasa dari bubur kacang hijau.
Ø Peneliti : Bu disini apakah
anak mampu menyebutkan kegunaan dari benda, seperti kegunaan dari kursi?
Subjek : Ananda Karin
sudah mampu menyebutkan kegunaan dari kursi.
Ø Peneliti : Bu apakah disini
anak mampu memahami perbedaan antara ayam dan kucing?
Subjek : Ananda Karin
belum bisa memahami perbedaan antara ayam dan kucing.
Ø Peneliti : Oh iya bu kalau
disini apakah anak mampu mengerjakan tugas sampai selesai?
Subjek : Ananda Karin
belum bisa mengerjakan tugas sampai selesai.
Ø Peneliti : Bu apakah anak
mampu menyebutkan bilangan angka 1-10?
Subjek : Kalau ananda
Karin mampu menyebutkan bilangan angka 1-10.
Ø Peneliti : Bu apakah disini
anak mengenal huruf atau abjad tertentu dari A-Z yang pernah dilihatnya,
misalnya mengenal huruf A?
Subjek
: Kalau ananda Karin belum bisa mengenal huruf atau abjad A.
Aspek Perkembangan :
Kognitif
Nama Anak :
Celine Inezza Putri Prapja
Usia :
3 Tahun 7 Bulan
Tempat :
KB PAUD Permata Adik Karangsemi
Ø Peneliti : Assalamu'alaikum, bu. Mohon maaf sebelumnya
mengganggu waktunya.
Subjek : Wassalamu'alaikum. Iya tidak apa-apa bu.
Ø Peneliti : Begini bu,
maksud saya menemui ibu ingin menanyakan tentang perkembangan kognitif anak di
KB ini.
Subjek : Oh iya bu. Apa saja yang diperlukan?
Ø Peneliti : Oh iya bu, sekarang saya lanjut bertanya tentang
perkembangan anak di KB bu, sesuai dengan tugas dan tujuan saya dari awal untuk
menanyakn emngenai perkembangan anak usia dini, disini dalam perkembangan NAM,
Kognitif, Sosial Emosional, dan Bahasa, dan disini saya meminta 5 data anak
saja untuk mengetahui perkembangan kognitif anak bu terutama kemampuan
berhitung.
Subjek : Oh iya bu. Saya akan menjelaskan perkembangan
kognitif anak yaitu, KARINA, CELINE, ZAHRA, ZIVANA, dan RAFFIF.
Ø Peneliti : Bu apakah disini
anak mampu memahami apabila ada bagian mata yang hilang pada suatu pola gambar?
Subjek : Ananda Celine
belum mampu memahami apabila ada bagian mata yang hilang pada suatu pola
gambar.
Ø Peneliti : Bu disini apakah
anak mampu menyebutkan nama makanan yang ditunjukkan secara langsung di depan
kelas, seperti nama makanan soto?
Subjek : Ananda Celine sudah mampu menyebutkan nama
makanan yang ditunjukkan secara langsung di depan kelas, seperti makanan soto.
Ø Peneliti : Oh iya bu, apakah anak mampu menyebutkan nama makanan
dan rasanya, seperti makanan Bubur Kacanghijau?
Subjek : Ananda Celine belum mampu menyebutkan nama makanan
dan rasa dari bubur kacang hijau.
Ø Peneliti : Bu disini apakah
anak mampu menyebutkan kegunaan dari benda, seperti kegunaan dari kursi?
Subjek : Ananda Celine sudah mampu menyebutkan
kegunaan dari kursi.
Ø Peneliti : Bu apakah disini
anak mampu memahami perbedaan antara ayam dan kucing?
Subjek : Ananda Celine
belum mampu memahami perbedaan antara ayam dan kucing.
Ø Peneliti : Oh iya bu kalau
disini apakah anak mampu mengerjakan tugas sampai selesai?
Subjek : Ananda Celine
sudah mampu mengerjakan tugas sampai selesai.
Ø Peneliti : Bu apakah anak
mampu menyebutkan bilangan angka 1-10?
Subjek : Kalau ananda
Celine belum mampu menyebutkan bilangan angka 1-10.
Ø Peneliti : Bu apakah disini
anak mengenal huruf atau abjad tertentu dari A-Z yang pernah dilihatnya,
misalnya mengenal huruf A?
Subjek : Kalau ananda Karin belum mampu mengenal huruf atau
abjad A.
Aspek Perkembangan :
Kognitif
Nama Anak :
Shakila Dinar Azzahra
Usia :
4 Tahun
Tempat :
KB PAUD Permata Adik Karangsemi
Ø Peneliti : Assalamu'alaikum, bu. Mohon maaf sebelumnya
mengganggu waktunya.
Subjek : Wassalamu'alaikum. Iya tidak apa-apa bu.
Ø Peneliti : Begini bu,
maksud saya menemui ibu ingin menanyakan tentang perkembangan kognitif anak di
KB ini.
Subjek : Oh iya bu. Apa saja yang diperlukan?
Ø Peneliti : Oh iya bu, sekarang saya lanjut bertanya tentang
perkembangan anak di KB bu, sesuai dengan tugas dan tujuan saya dari awal untuk
menanyakn emngenai perkembangan anak usia dini, disini dalam perkembangan NAM,
Kognitif, Sosial Emosional, dan Bahasa, dan disini saya meminta 5 data anak
saja untuk mengetahui perkembangan kognitif anak bu terutama kemampuan
berhitung.
Subjek : Oh iya bu. Saya akan menjelaskan perkembangan
kognitif anak yaitu, KARINA, CELINE, ZAHRA, ZIVANA, dan RAFFIF.
Ø Peneliti : Bu apakah disini
anak mampu memahami apabila ada bagian mata yang hilang pada suatu pola gambar?
Subjek : Ananda Zahra
belum mampu memahami apabila ada bagian mata yang hilang pada suatu pola
gambar.
Ø Peneliti : Bu disini apakah
anak mampu menyebutkan nama makanan yang ditunjukkan secara langsung di depan
kelas, seperti nama makanan soto?
Subjek : Ananda Zahra
sudah mampu menyebutkan nama makanan yang ditunjukkan secara langsung di depan
kelas, seperti makanan soto.
Ø Peneliti : Oh iya bu, apakah anak mampu menyebutkan nama makanan
dan rasanya, seperti makanan Bubur Kacanghijau?
Subjek : Ananda Zahra belum mampu menyebutkan nama makanan dan
rasa dari bubur kacang hijau.
Ø Peneliti : Bu disini apakah
anak mampu menyebutkan kegunaan dari benda, seperti kegunaan dari kursi?
Subjek : Ananda Zahra sudah
mampu menyebutkan kegunaan dari kursi.
Ø Peneliti : Bu apakah disini
anak mampu memahami perbedaan antara ayam dan kucing?
Subjek : Ananda Zahra
belum mampu memahami perbedaan antara ayam dan kucing.
Ø Peneliti : Oh iya bu kalau
disini apakah anak mampu mengerjakan tugas sampai selesai?
Subjek : Ananda Zahra sudah
mampu mengerjakan tugas sampai selesai.
Ø Peneliti : Bu apakah anak
mampu menyebutkan bilangan angka 1-10?
Subjek : Kalau ananda Zahra
sudah mampu menyebutkan bilangan angka 1-10.
Ø Peneliti : Bu apakah disini
anak mengenal huruf atau abjad tertentu dari A-Z yang pernah dilihatnya,
misalnya mengenal huruf A?
Subjek
: Kalau ananda Zahra sudah mampu mengenal huruf atau abjad A.
Aspek Perkembangan :
Kognitif
Nama Anak :
Zivana Yuadhinka
Usia :
3 Tahun 5 Bulan
Tempat :
KB PAUD Permata Adik Karangsemi
Ø Peneliti : Assalamu'alaikum, bu. Mohon maaf sebelumnya mengganggu
waktunya.
Subjek : Wassalamu'alaikum. Iya tidak apa-apa bu.
Ø Peneliti : Begini bu,
maksud saya menemui ibu ingin menanyakan tentang perkembangan kognitif anak di
KB ini.
Subjek : Oh iya bu. Apa saja yang diperlukan?
Ø Peneliti : Oh iya bu, sekarang saya lanjut bertanya tentang
perkembangan anak di KB bu, sesuai dengan tugas dan tujuan saya dari awal untuk
menanyakn emngenai perkembangan anak usia dini, disini dalam perkembangan NAM,
Kognitif, Sosial Emosional, dan Bahasa, dan disini saya meminta 5 data anak
saja untuk mengetahui perkembangan kognitif anak bu terutama kemampuan
berhitung.
Subjek : Oh iya bu. Saya akan menjelaskan perkembangan
kognitif anak yaitu, KARINA, CELINE, ZAHRA, ZIVANA, dan RAFFIF.
Ø Peneliti : Bu apakah disini
anak mampu memahami apabila ada bagian mata yang hilang pada suatu pola gambar?
Subjek : Ananda Zivana
belum mampu memahami apabila ada bagian mata yang hilang pada suatu pola
gambar.
Ø Peneliti : Bu disini apakah
anak mampu menyebutkan nama makanan yang ditunjukkan secara langsung di depan
kelas, seperti nama makanan soto?
Subjek : Ananda Zivana
belum mampu menyebutkan nama makanan yang ditunjukkan secara langsung di depan
kelas, seperti makanan soto.
Ø Peneliti : Oh iya bu, apakah anak mampu menyebutkan nama makanan
dan rasanya, seperti makanan Bubur Kacanghijau?
Subjek : Ananda Zahra belum mampu menyebutkan nama makanan dan
rasa dari bubur kacang hijau.
Ø Peneliti : Bu disini apakah
anak mampu menyebutkan kegunaan dari benda, seperti kegunaan dari kursi?
Subjek : Ananda Zivana
belum mampu menyebutkan kegunaan dari kursi.
Ø Peneliti : Bu apakah disini
anak mampu memahami perbedaan antara ayam dan kucing?
Subjek : Ananda Zivana
belum mampu memahami perbedaan antara ayam dan kucing.
Ø Peneliti : Oh iya bu kalau
disini apakah anak mampu mengerjakan tugas sampai selesai?
Subjek : Ananda Zivana
belum mampu mengerjakan tugas sampai selesai.
Ø Peneliti : Bu apakah anak
mampu menyebutkan bilangan angka 1-10?
Subjek : Kalau ananda
Karin mampu menyebutkan bilangan angka 1-10.
Ø Peneliti : Bu apakah disini
anak mengenal huruf atau abjad tertentu dari A-Z yang pernah dilihatnya,
misalnya mengenal huruf A?
Subjek
: Kalau ananda Zivana belmu mampu mengenal huruf atau abjad A.
Aspek Perkembangan :
Kognitif
Nama Anak :
Raffif Arsyad Khalis
Usia :
3 Tahun 11 Bulan
Tempat :
KB PAUD Permata Adik Karangsemi
Ø Peneliti : Assalamu'alaikum, bu. Mohon maaf sebelumnya
mengganggu waktunya.
Subjek : Wassalamu'alaikum. Iya tidak apa-apa bu.
Ø Peneliti : Begini bu,
maksud saya menemui ibu ingin menanyakan tentang perkembangan kognitif anak di
KB ini.
Subjek : Oh iya bu. Apa saja yang diperlukan?
Ø Peneliti : Oh iya bu, sekarang saya lanjut bertanya tentang
perkembangan anak di KB bu, sesuai dengan tugas dan tujuan saya dari awal untuk
menanyakn emngenai perkembangan anak usia dini, disini dalam perkembangan NAM,
Kognitif, Sosial Emosional, dan Bahasa, dan disini saya meminta 5 data anak
saja untuk mengetahui perkembangan kognitif anak bu terutama kemampuan
berhitung.
Subjek : Oh iya bu. Saya akan menjelaskan perkembangan
kognitif anak yaitu, KARINA, CELINE, ZAHRA, ZIVANA, dan RAFFIF.
Ø Peneliti : Bu apakah disini
anak mampu memahami apabila ada bagian mata yang hilang pada suatu pola gambar?
Subjek : Ananda Raffif
sudah mampu memahami apabila ada bagian mata yang hilang pada suatu pola
gambar.
Ø Peneliti : Bu disini apakah
anak mampu menyebutkan nama makanan yang ditunjukkan secara langsung di depan
kelas, seperti nama makanan soto?
Subjek : Ananda Raffif sudah
mampu menyebutkan nama makanan yang ditunjukkan secara langsung di depan kelas,
seperti makanan soto.
Ø Peneliti : Oh iya bu, apakah anak mampu menyebutkan nama makanan
dan rasanya, seperti makanan Bubur Kacanghijau?
Subjek : Ananda Raffif sudah mampu menyebutkan nama makanan
dan rasa dari bubur kacang hijau.
Ø Peneliti : Bu disini apakah
anak mampu menyebutkan kegunaan dari benda, seperti kegunaan dari kursi?
Subjek : Ananda Raffif
sudah mampu menyebutkan kegunaan dari kursi.
Ø Peneliti : Bu apakah disini
anak mampu memahami perbedaan antara ayam dan kucing?
Subjek : Ananda Raffif
sudah mampu memahami perbedaan antara ayam dan kucing.
Ø Peneliti : Oh iya bu kalau
disini apakah anak mampu mengerjakan tugas sampai selesai?
Subjek : Ananda Raffif
sudah mampu mengerjakan tugas sampai selesai.
Ø Peneliti : Bu apakah anak
mampu menyebutkan bilangan angka 1-10?
Subjek : Kalau ananda Raffif
sudah mampu menyebutkan bilangan angka 1-10.
Ø Peneliti : Bu apakah disini
anak mengenal huruf atau abjad tertentu dari A-Z yang pernah dilihatnya,
misalnya mengenal huruf A?
Subjek
: Kalau ananda Raffif sudah mampu mengenal huruf atau abjad A.
VIII.
KESIMPULAN
Perkembangan
siswa di KB PAUD Permata Adik Karangsemi
rata rata sudah baik, adapun perkembangan kognitif anak usia dini antara lain :
· Kognitif
Perkembangan
kognitif masing-masing anak berbeda namun rata-rata baik. Biasanya untuk
mengetahui perkembangan kognitif anak dengan cara observasi biasa dilakukan
ketika anak bermain, pemberian tugas, penugasan, unjuk kerja, eksperimen.
Dengan kondisi kognitif yang dimilki tingkat yang berbeda maka kadang anak yang
kritis, anak yang kritis harus diberi jempol dan pujian agar anak lebih
berkembang, tetapi ketika kritis tersebut terkadang berbicara yang seharusnya
diucapkan maka harus segera diberi arahan agar tidak menjadi kebiasaan.
DAFTAR PUSTAKA
Sujiono,
dkk. Metode Pengembangan Kognitif. Jakarta: Universitas Terbuka,2011.
Pemendikbud
No. 137 Tahun 2013
Komentar
Posting Komentar